AbraCalc

Konverter Basis Bilangan

Konversi bilangan bulat antara sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal.

Sematkan alat ini di situs Anda
Kutip alat ini

APA

AbraCalc. (2026). Konverter Basis Bilangan [Online calculator]. Retrieved from https://abracalc.com/id/konverter-basis-bilangan/

BibTeX

@misc{abracalc-konverter-basis-bilangan, author = {AbraCalc}, title = {Konverter Basis Bilangan}, year = {2026}, howpublished = {\url{https://abracalc.com/id/konverter-basis-bilangan/}} }

Apakah alat ini menjawab pertanyaan Anda?

Rumus

Parse the input string in the source base using parseInt(s, base) to get an integer n, then re-express n in each target base:

decimal = n  |  binary = n.toString(2)  |  octal = n.toString(8)  |  hex = n.toString(16)

Pertanyaan umum

Mengapa memori komputer menggunakan biner?
Biner (basis 2) langsung memetakan ke keadaan elektronik on/off (tegangan tinggi/rendah). Merepresentasikan dua keadaan jauh lebih andal dan tahan noise dalam sirkuit fisik dibandingkan merepresentasikan 10 keadaan (desimal), menjadikan biner sebagai fondasi alami perangkat keras digital.
Untuk apa heksadesimal digunakan dalam pemrograman?
Hex (basis 16) merepresentasikan data biner secara ringkas: satu digit hex memetakan tepat ke empat bit biner. Satu byte (8 bit) menjadi dua digit hex. Ini membuat hex praktis untuk alamat memori, kode warna (mis. #FF5733), dan debugging tingkat byte.
Bagaimana cara mengonversi desimal 255 ke heksadesimal secara manual?
Bagi berulang kali dengan 16: 255 / 16 = 15 sisa 15. Dalam hex, 15 = F. Jadi 255 desimal = FF hex. Ini juga merupakan nilai maksimum satu byte dan nilai yang digunakan untuk intensitas penuh dalam kanal warna RGB.

Referensi dan sumber